
Gorontalo, 13 Mei 2026 — Dosen Peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK) Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Optimalisasi Kebijakan Trias UKS melalui Edukasi dan Simulasi P3K dalam Meningkatkan Respon Kegawatdaruratan pada Siswa di MTs Al-Khairat.”
Kegiatan yang dilaksanakan di MTs Al-Khairat ini menjadi upaya penguatan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan sederhana di lingkungan sekolah. Melalui edukasi dan simulasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), siswa diberikan pemahaman mengenai langkah awal yang tepat ketika terjadi cedera, pingsan, luka ringan, atau kondisi darurat lainnya sebelum mendapatkan penanganan lanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh dosen Peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan Jurusan Kesmas FOK UNG, yaitu Andi Mursyidah, S.Kep., Ns., M.Kes., Ayudhita Cahyani Daud, S.KM., M.Kes., Muthmainnah, S.KM., MARS., dan Mesalina Sukardi Massa, S.KM., M.Kes. Turut hadir pula Pembina UKS MTs Al-Khairat yang mendukung pelaksanaan kegiatan bersama para siswa.
Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan materi mengenai konsep dasar Trias UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Selain itu, peserta juga mengikuti simulasi P3K secara langsung agar mampu memahami prosedur pertolongan awal secara praktis, aman, dan sesuai dengan kondisi yang sering terjadi di lingkungan sekolah.
Perwakilan dosen Peminatan AKK Jurusan Kesmas FOK UNG menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat budaya sehat dan kesiapsiagaan di sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu sekolah dalam mengoptimalkan pelaksanaan Trias UKS, khususnya melalui edukasi dan simulasi P3K. Siswa perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu memberikan respons awal yang tepat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah. Harapannya, kegiatan ini dapat membentuk siswa yang lebih peduli, tanggap, dan siap membantu sesama dengan cara yang benar,” ujar perwakilan dosen.
Ia menambahkan bahwa penguatan UKS tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Melalui kolaborasi tersebut, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, aman, dan responsif terhadap situasi darurat.
“Kami berharap edukasi dan simulasi ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja, tetapi dapat terus diterapkan oleh siswa dan didukung oleh Pembina UKS. Kesiapsiagaan terhadap kegawatdaruratan merupakan bagian penting dari budaya sekolah sehat,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para siswa mengikuti materi dan simulasi P3K secara aktif, mulai dari pengenalan alat pertolongan pertama, cara menangani luka sederhana, hingga langkah awal dalam membantu teman yang mengalami kondisi darurat ringan.
Melalui kegiatan ini, Dosen Peminatan AKK Jurusan Kesmas FOK UNG menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan sekolah serta penguatan kebijakan Trias UKS. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa, pembina UKS, dan lingkungan sekolah dalam membangun kesiapsiagaan kesehatan sejak dini.
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.