Dr. Yuniar Mansye Soeli Raih Doktor, FOK UNG Perkuat Kepakaran Kesehatan Mental Mahasiswa Lewat Model NIAR

Oleh: Indeks S. Keku . 7 Juli 2026 . 12:17:16

Sumber Foto : Facebook Nursingui

Foto : Dr. Ns. Yuniar Mansye Soeli, M.Kep., Sp.Kep.J., dosen Keperawatan FOK UNG, resmi meraih gelar doktor melalui Sidang Promosi Doktor di Ruang Sidang Promosi Doktor FIK UI, Senin, 6 Juli 2026. Melalui risetnya, ia menghadirkan Model NIAR sebagai inovasi pendampingan akademik untuk meningkatkan resiliensi dan melindungi kesehatan mental mahasiswa.

 

Depok, 6 Juli 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG). Dr. Ns. Yuniar Mansye Soeli, M.Kep., Sp.Kep.J., dosen Keperawatan FOK UNG, resmi meraih gelar doktor melalui Sidang Promosi Doktor yang dilaksanakan di Ruang Sidang Promosi Doktor Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), pada Senin, 6 Juli 2026.

Capaian akademik tersebut menjadi momentum penting, tidak hanya bagi pribadi Dr. Yuniar, tetapi juga bagi FOK UNG dan dunia keperawatan jiwa di Indonesia. Melalui riset doktoralnya, ia menghadirkan Model NIAR sebagai solusi konkret untuk menekan angka depresi dan ide bunuh diri di kalangan mahasiswa, khususnya di Provinsi Gorontalo.

Model NIAR merupakan inovasi yang menerapkan empat langkah taktis, yaitu Nurturing Relationship, Identifying Suicide Ideation, Adaptive Coping Enhancement, dan Resilience. Model ini menekankan pentingnya peran Dosen Penasihat Akademik dalam mendampingi mahasiswa secara lebih manusiawi, responsif, dan preventif.

Melalui pendekatan tersebut, peran Dosen Penasihat Akademik tidak lagi dipandang sebatas pengurus nilai akademik atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga sebagai garda terdepan dalam melindungi kesehatan mental mahasiswa. Model ini mendorong dosen untuk membangun hubungan yang suportif, mengenali tanda-tanda ide bunuh diri, memperkuat kemampuan koping adaptif, serta meningkatkan resiliensi mahasiswa.

Inovasi Model NIAR terbukti memberikan hasil positif. Dalam uji coba terhadap 84 mahasiswa, model ini berhasil meningkatkan resiliensi mahasiswa sebagai salah satu faktor penting dalam menghadapi tekanan akademik, sosial, dan psikologis. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pendampingan akademik dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan masalah kesehatan mental di lingkungan kampus.

Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian Dr. Ns. Yuniar Mansye Soeli. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen dosen FOK UNG dalam mengembangkan keilmuan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki dampak langsung bagi masyarakat dan dunia pendidikan tinggi.

Kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dr. Ns. Yuniar Mansye Soeli atas pencapaian luar biasa ini. Kehadiran Model NIAR menjadi kontribusi penting dari dosen FOK UNG dalam menjawab persoalan kesehatan mental mahasiswa. Ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga bentuk pengabdian keilmuan yang sangat relevan dengan kebutuhan kampus dan generasi muda saat ini,” ujar Dr. Hartono.

Ia menambahkan bahwa FOK UNG terus mendorong dosen untuk menghasilkan karya riset yang inovatif, aplikatif, dan berdampak. Menurutnya, Model NIAR dapat menjadi salah satu contoh bagaimana hasil penelitian doktoral mampu memberikan solusi konkret terhadap persoalan yang dihadapi mahasiswa.

FOK UNG sangat mendukung pengembangan riset yang berorientasi pada solusi. Kami berharap Model NIAR dapat terus dikembangkan, disosialisasikan, dan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi dalam memperkuat sistem pendampingan mahasiswa, khususnya dalam aspek kesehatan mental,” tambahnya.

Dr. Ns. Yuniar Mansye Soeli, M.Kep., Sp.Kep.J. menyampaikan bahwa Model NIAR lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya tekanan psikologis yang dialami mahasiswa. Menurutnya, kampus perlu memiliki sistem pendampingan yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kondisi mental dan emosional mahasiswa.

Model NIAR kami hadirkan sebagai upaya untuk memperkuat peran Dosen Penasihat Akademik dalam mengenali, mendampingi, dan membantu mahasiswa yang mengalami tekanan psikologis. Mahasiswa tidak cukup hanya didorong untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga perlu dibantu agar memiliki resiliensi, kemampuan koping yang sehat, dan keberanian untuk mencari pertolongan ketika menghadapi masalah,” ungkapnya.

Ia berharap Model NIAR dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan kampus secara lebih luas, baik di tingkat daerah maupun nasional. Dengan demikian, perguruan tinggi dapat menjadi ruang yang tidak hanya mencetak lulusan cerdas, tetapi juga generasi muda yang tangguh secara mental.

Harapan kami, Model NIAR dapat menjadi bagian dari sistem pendampingan mahasiswa di perguruan tinggi. Jika diterapkan secara konsisten, model ini dapat membantu kampus menciptakan lingkungan akademik yang lebih peduli, aman, dan responsif terhadap kesehatan mental mahasiswa,” tambahnya.

Pencapaian Dr. Yuniar juga menjadi kebanggaan bagi FOK UNG karena menunjukkan kontribusi nyata dosen dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Isu depresi dan ide bunuh diri pada mahasiswa merupakan persoalan serius yang membutuhkan pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Melalui Model NIAR, Dr. Yuniar tidak hanya menghadirkan gagasan akademik, tetapi juga solusi praktis yang berpotensi diterapkan dalam sistem pendidikan tinggi. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung upaya mencetak generasi muda Indonesia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, emosional, dan sosial menuju Indonesia Emas 2045.

Informasi

Agenda