
Gorontalo, 6 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui program SIGAP BUNDA terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di Desa Luwoo, Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
Memasuki tahap ketiga pelaksanaan program pada Kamis, 6 Agustus 2026, SIGAP BUNDA diarahkan pada pembentukan sistem pendampingan berbasis masyarakat melalui penguatan peran keluarga, kader kesehatan, dan pemerintah desa dalam melakukan pemantauan terhadap ibu hamil, khususnya yang memiliki risiko tinggi.
Program SIGAP BUNDA menjadi salah satu inovasi mahasiswa KKN-PK UNG dalam mendukung upaya pencegahan komplikasi kehamilan melalui pendekatan edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor.
Salah satu agenda utama dalam tahap ini adalah pembentukan Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Luwoo. Kegiatan diawali dengan penyampaian konsep program, mekanisme pendampingan, sistem koordinasi, serta pola pelaporan kondisi ibu hamil di tingkat desa.
Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, Pemerintah Desa Luwoo bersama mahasiswa KKN-PK UNG melakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi. Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan seluruh pihak dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi secara berkelanjutan.
Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Luwoo, Taufik Mohamad Nur, menyampaikan bahwa pembentukan kelompok tersebut merupakan strategi untuk memastikan pendampingan ibu hamil tetap berjalan meskipun program KKN telah selesai.
“Melalui pembentukan Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi, kami ingin menghadirkan sistem pendampingan yang tidak hanya berjalan selama mahasiswa berada di desa, tetapi dapat dilanjutkan oleh masyarakat, kader, dan pemerintah desa secara mandiri,” ujar Taufik.
Menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi aspek penting karena keluarga merupakan pihak terdekat yang dapat mengenali perubahan kondisi ibu hamil serta mengambil keputusan ketika terjadi situasi darurat.
Selain pembentukan kelompok, mahasiswa KKN-PK UNG juga melaksanakan Kelas Ibu Hamil yang melibatkan bidan desa dan kader Posyandu. Kegiatan ini memberikan pembekalan mengenai pengenalan risiko kehamilan, tanda bahaya yang perlu diwaspadai, pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala melalui Antenatal Care (ANC), serta peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu selama kehamilan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti diskusi mengenai kesiapan keluarga menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Materi yang dibahas meliputi penentuan pengambil keputusan keluarga, kesiapan rujukan, hingga penyusunan rencana pendonor darah siaga sebagai langkah antisipasi.
Tidak hanya berfokus pada ibu hamil, rangkaian kegiatan SIGAP BUNDA juga terintegrasi dengan pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Posyandu Balita dan Lansia. Mahasiswa turut mendukung kegiatan senam bersama, pemantauan pertumbuhan balita, pemeriksaan kesehatan dasar lansia, serta edukasi mengenai pola makan bergizi seimbang.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK UNG, Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes.; dr. Siti Rakhmatia P. Th. Kum, M.Biomed.; Ns. Nur Ayun R. Yusuf, S.Kep., M.Kep.; serta Ns. Sartika, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep. K, menyampaikan bahwa program SIGAP BUNDA merupakan bentuk penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Melalui SIGAP BUNDA, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membantu membangun sistem pendukung yang melibatkan keluarga, kader, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan,” ujar DPL.
Ia menambahkan bahwa keberlanjutan program menjadi aspek penting agar manfaat kegiatan dapat terus dirasakan masyarakat.
“Harapannya, kelompok pendamping yang telah dibentuk mampu menjadi penggerak dalam pemantauan ibu hamil dan membantu memperkuat upaya deteksi dini risiko kehamilan di Desa Luwoo,” tambahnya.
Pelaksanaan SIGAP BUNDA tahap ketiga ini menunjukkan bahwa mahasiswa KKN-PK UNG berperan sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan solusi kesehatan yang berbasis kebutuhan lokal.
Melalui penguatan kapasitas keluarga, kader kesehatan, serta pembentukan kelompok peduli ibu hamil risiko tinggi, program ini diharapkan mampu mendukung terciptanya sistem pendampingan kesehatan ibu yang lebih responsif, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat di Desa Luwoo.
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.