KKN Profesi Kesehatan UNG Hadirkan Inovasi Corn Flakes Daun Kelor untuk Dukung Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Limehe Timur

Oleh: Indeks S. Keku . 11 Agustus 2026 . 13:10:04

Gorontalo, 11 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melaksanakan program kerja utama di Desa Limehe Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, melalui inovasi pangan lokal berupa Corn Flakes Daun Kelor sebagai upaya mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Program tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Limehe Timur Melalui Inovasi Minuman Sereal dari Pangan Lokal untuk Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak” dan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu Desa Limehe Timur pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian mahasiswa KKN Profesi Kesehatan dalam memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi pangan lokal sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pencegahan masalah kesehatan ibu dan anak.

Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Desa Limehe Timur, Camat Kecamatan Tabongo, Kepala Puskesmas Kecamatan Tabongo, Dosen Pembimbing Lapangan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat Desa Limehe Timur. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan dan kolaborasi dalam memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan mahasiswa KKN Profesi Kesehatan adalah produk Corn Flakes Daun Kelor, yaitu inovasi pangan berbahan dasar jagung yang dipadukan dengan daun kelor dan sedikit jahe. Produk ini dikembangkan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.

Pemilihan daun kelor sebagai salah satu bahan utama didasarkan pada potensinya sebagai sumber zat gizi yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita. Melalui inovasi ini, mahasiswa berupaya mengubah bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih menarik, mudah dikonsumsi, serta memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Selain memperkenalkan produk inovasi pangan, kegiatan juga dirangkaikan dengan edukasi kesehatan yang diberikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan. Materi yang disampaikan meliputi anemia, gizi ibu hamil, HIV, dan tuberkulosis (TB).

Edukasi mengenai anemia dan gizi ibu hamil bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan, pencegahan kekurangan zat gizi, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Sementara itu, materi HIV dan TB diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit infeksi, cara penularan, upaya pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

Kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan Posyandu memberikan kesempatan bagi masyarakat, khususnya ibu hamil dan orang tua balita, untuk mendapatkan edukasi kesehatan sekaligus melakukan pemantauan kondisi kesehatan anak, termasuk balita yang mengalami risiko stunting.

Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan UNG menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan edukasi, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

Melalui inovasi Corn Flakes Daun Kelor ini, kami ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk bernilai gizi dan memiliki manfaat bagi kesehatan. Kami berharap masyarakat dapat terus memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga, khususnya ibu dan anak,” ujar Koordinator Desa.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, DPL, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan. Kami berharap inovasi dan edukasi yang diberikan dapat terus dimanfaatkan setelah program KKN selesai,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Kombinasi antara inovasi pangan lokal, edukasi kesehatan, serta penguatan kegiatan Posyandu diharapkan dapat mendukung percepatan peningkatan kesehatan ibu dan anak di Desa Limehe Timur.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat Desa Limehe Timur yang lebih sadar gizi, sehat, dan mandiri.

Agenda

29 Februari 2024

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024

27 - 28 Februari 2024

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa)

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.