
Boalemo – Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kesehatan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar sosialisasi bertajuk “Kenali dan Cegah Anemia Sejak Dini” di SMP Negeri 2 Botumoito, Kabupaten Boalemo.
Kegiatan ini ditujukan khusus kepada siswa-siswi kelas 8, yang berada pada usia remaja awal dan rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, salah satunya anemia. Anemia adalah kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin, yang menyebabkan kelelahan, kelemahan, kulit pucat, dan bahkan dapat mengganggu konsentrasi belajar serta perkembangan fisik remaja secara umum.
Para mahasiswa KKN memberikan informasi tentang definisi anemia, faktor risiko, tanda-tanda yang perlu diperhatikan, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh remaja. Salah satu hal penting yang disampaikan adalah mengenai konsumsi makanan bergizi yang kaya zat besi seperti sayuran hijau, daging merah, hati ayam, serta pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara rutin, terutama bagi remaja putri.
“Remaja, khususnya perempuan, lebih rentan mengalami anemia karena pengaruh menstruasi dan kurangnya asupan zat besi. Oleh karena itu, sangat penting bagi mereka untuk memahami cara menjaga keseimbangan nutrisi sejak dini, serta mengetahui gejala dan dampak anemia,” ujar salah satu mahasiswa KKN dalam pemaparan materi.
Selama kegiatan, antusiasme para siswa sangat tinggi. Mereka berbagi pengalaman mengenai gejala seperti kelelahan dan pusing yang sering mereka alami, yang kemudian dikaitkan dengan kemungkinan anemia ringan.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini dan berharap agar kolaborasi semacam ini bisa terus dilakukan untuk mendukung pendidikan kesehatan di sekolah. Kepala SMP Negeri 2 Botumoito menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa UNG yang telah meluangkan waktu untuk memberikan edukasi penting ini.
“Kami sangat menghargai perhatian mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, khususnya dari program kesehatan, yang telah memberikan wawasan mengenai kesehatan kepada siswa kami. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa,” ungkap Kepala SMP 2 Botumoito.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa kelas 8 dan tim mahasiswa KKN PK UNG Desa Tapadaa, sebagai bentuk dokumentasi dan penguatan hubungan antara pihak sekolah dan perguruan tinggi. Program ini juga menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam menerapkan ilmu mereka di masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam penanggulangan anemia pada remaja.
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.