
| Foto : Mahasiswa Promosi Kesehatan Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG melaksanakan pengabdian masyarakat bertajuk “Pandawa of The School” di SMAN 4 Kota Gorontalo, Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa sekaligus mendorong hadirnya relawan sekolah untuk mencegah kekerasan seksual. |
Gorontalo, 3 Juni 2026 — Mahasiswa Promosi Kesehatan (Promkes) Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pandawa of The School” di SMAN 4 Kota Gorontalo, Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan ini mengangkat isu pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Program Pandawa of The School dirancang sebagai upaya mewadahi sekolah dengan menghadirkan relawan atau agen peduli yang dapat membantu mengontrol, mencegah, dan menekan angka kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Promkes Kesmas FOK UNG memberikan edukasi kepada siswa mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan, pentingnya keberanian melapor, serta peran teman sebaya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.
Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG, Tri Septian Maksum, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam merespons persoalan kesehatan masyarakat, khususnya isu kekerasan seksual yang membutuhkan perhatian serius di lingkungan sekolah.
“Program Pandawa of The School ini merupakan langkah positif mahasiswa Promosi Kesehatan dalam menghadirkan edukasi yang dekat dengan kebutuhan remaja. Kekerasan seksual harus dicegah sejak dini melalui peningkatan pengetahuan, keberanian untuk bersuara, serta terbentuknya lingkungan sekolah yang peduli dan responsif. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi model edukasi yang mendorong siswa untuk saling menjaga dan berani melaporkan setiap bentuk kekerasan,” ujar Tri Septian Maksum.
Ia menambahkan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya aman bagi peserta didik. Karena itu, kehadiran relawan atau agen peduli di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi penghubung awal dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual.
Sementara itu, dosen pendamping sekaligus pemateri, Reinaldi Julfirman Saleh, S.K.M., M.K.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif siswa agar mampu mengenali risiko, memahami batasan diri, dan memiliki keberanian mencari bantuan ketika mengalami atau menyaksikan kekerasan seksual.
“Melalui Pandawa of The School, kami ingin membangun sistem kepedulian di lingkungan sekolah. Siswa perlu dibekali pengetahuan tentang apa itu kekerasan seksual, bagaimana cara mencegahnya, serta ke mana harus melapor ketika terjadi kasus. Kehadiran relawan sekolah diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan ruang belajar yang lebih aman, nyaman, dan melindungi seluruh peserta didik,” ungkap Reinaldi.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan peserta. Para siswa mengikuti materi dengan antusias serta terlibat dalam diskusi mengenai pentingnya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
Melalui program ini, mahasiswa Promkes Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG menegaskan perannya sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok remaja. Program Pandawa of The School diharapkan dapat menjadi gerakan berkelanjutan dalam menciptakan sekolah yang aman, peduli, dan bebas dari kekerasan seksual.
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.