Seminar Akhir Magang PBL III Kesmas FOK UNG: Mahasiswa Inovasikan Pemanfaatan Biji Kelor sebagai Koagulan Alami dalam Pengolahan Air

Oleh: Indeks S. Keku . 27 Oktober 2026 . 15:55:09

GORONTALO, 27 Oktober 2026 — Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) melaksanakan Seminar Akhir Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) III dengan mengangkat inovasi “Pemanfaatan Biji Kelor (Moringa oleifera) sebagai Bahan Koagulan Alami dalam Pengolahan Air”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Instalasi PDAM Bulotadaa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, tersebut menjadi wadah pemaparan hasil pembelajaran mahasiswa dalam mengembangkan alternatif pengolahan air berbasis bahan alami.

Inovasi ini berfokus pada pemanfaatan biji kelor sebagai bahan koagulan alami yang berpotensi membantu menurunkan tingkat kekeruhan air. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengamati perubahan pH air sebagai salah satu parameter penting dalam evaluasi proses pengolahan air. Pemanfaatan biji kelor menjadi topik yang menarik karena bahan tersebut relatif mudah ditemukan dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif pendukung pengolahan air.

Melalui seminar akhir tersebut, mahasiswa memaparkan gagasan serta hasil kegiatan yang berkaitan dengan pemanfaatan bahan alami dalam proses penjernihan air. Pembahasan mengenai tingkat kekeruhan dan perubahan pH memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya pengukuran parameter kualitas air serta penerapan prinsip kesehatan lingkungan dalam pengolahan air.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Tri Septian Maksum, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa inovasi pemanfaatan biji kelor merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu kesehatan lingkungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengembangan alternatif pengolahan air.

“Pemanfaatan biji kelor sebagai koagulan alami merupakan gagasan inovatif yang dapat dikembangkan melalui pendekatan ilmiah. Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori pengolahan air, tetapi juga mampu mengeksplorasi potensi bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan analisis, melakukan evaluasi terhadap parameter kualitas air, serta menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi pengembangan kesehatan lingkungan,” ungkap Tri Septian Maksum.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan inovasi pengolahan air perlu didukung oleh pengujian yang terukur agar efektivitas bahan alami dapat diketahui secara objektif. Pengamatan terhadap kekeruhan dan pH menjadi bagian penting dalam menilai potensi penggunaan biji kelor, meskipun diperlukan pengujian parameter kualitas air lainnya untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku.

Kegiatan seminar akhir ini sekaligus menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan PBL III, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kondisi nyata di lingkungan instansi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam melakukan identifikasi permasalahan, mengembangkan alternatif solusi, serta mengomunikasikan hasil kegiatan secara ilmiah.

Melalui inovasi pemanfaatan biji kelor sebagai koagulan alami, FOK UNG terus mendorong pengembangan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, kreativitas mahasiswa, serta penerapan ilmu kesehatan lingkungan untuk mendukung pengelolaan air yang lebih berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kajian lebih lanjut mengenai potensi bahan alami dalam teknologi pengolahan air.

Agenda

29 Februari 2024

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024

27 - 28 Februari 2024

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa)

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.