
Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK), menggelar study excursion ke Kota Semarang dan Yogyakarta pada 20–24 Oktober 2025. Rombongan berangkat pada Minggu, 19 Oktober 2025, dengan pendampingan dosen dan tendik. Agenda dirancang untuk memperkaya pengalaman lapangan, memperluas jejaring akademik–praktik, serta menguatkan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Selama lima hari, mahasiswa mengikuti kuliah tamu, benchmarking kurikulum, kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium, lembaga pemerintah/komunitas, dan institusi pendidikan terkait kesehatan masyarakat. Kegiatan juga memuat observasi program promotif–preventif, diskusi manajemen mutu layanan, dan simulasi manajemen risiko kedaruratan kesehatan di lingkungan perkotaan.
Rangkaian ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang terintegrasi dengan capaian pembelajaran lulusan. Mahasiswa didorong mengumpulkan data lapangan, menyusun rencana intervensi sederhana berbasis temuan, serta mempresentasikan lesson learned pada seminar pasca-kunjungan di kampus.
Dalam keterangannya, Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat, Tri Septian Maksum, S.KM., M.Kes., menyampaikan:“Study excursion ini kami desain bukan sekadar kunjungan, tetapi sebagai living laboratory bagi mahasiswa. Mereka berhadapan langsung dengan konteks nyata pelayanan dan tata kelola kesehatan masyarakat di dua kota dengan dinamika yang berbeda, sehingga teori yang dipelajari di kelas bisa diuji dan diperkaya.”
Tri Septian menambahkan:“Fokus kami adalah penguatan kompetensi inti—analisis situasi kesehatan, perencanaan berbasis bukti, komunikasi risiko, serta kolaborasi lintas sektor. Kami ingin mahasiswa mampu memetakan masalah secara komprehensif, memilih strategi yang feasible, dan mengomunikasikannya dengan efektif kepada para pemangku kepentingan.”
Ia juga menekankan aspek sikap dan etika profesi:“Selain keterampilan teknis, kami menekankan integritas, empati, dan sensitivitas budaya. Berhadapan dengan masyarakat berarti menghargai konteks lokal, mendengar dengan saksama, dan memastikan intervensi yang diusulkan realistis serta berkelanjutan.”
Menutup pernyataannya, Tri Septian berharap dampak berkelanjutan dari agenda ini:“Selepas kembali, mahasiswa akan memformulasikan policy brief dan action plan mini sebagai wujud refleksi ilmiah. Harapannya, pengalaman ini mempercepat kesiapan kerja, memperkuat jejaring kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi nyata Jurusan Kesehatan Masyarakat bagi perbaikan derajat kesehatan masyarakat.”
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.