
| Foto : Mahasiswa KKN-PK UNG Desa Isimu Utara melaksanakan sosialisasi “Pergaulan Bebas dan Pencegahan Pernikahan Dini” di SMA Negeri 1 Tibawa, Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa SMA Negeri 1 Tibawa sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga pergaulan serta mencegah pernikahan dini demi kesehatan, pendidikan, dan masa depan. |
Gorontalo, 31 Juli 2026 — Mahasiswa KKN-Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Desa Isimu Utara melaksanakan kegiatan sosialisasi “Pergaulan Bebas dan Pencegahan Pernikahan Dini” di SMA Negeri 1 Tibawa, Jumat, 31 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu program edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga pergaulan, menghindari perilaku berisiko, serta memahami dampak pernikahan dini terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan remaja.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan mahasiswa KKN-PK kepada pihak sekolah dan seluruh siswa SMA Negeri 1 Tibawa. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai bentuk-bentuk pergaulan bebas, faktor yang dapat memengaruhi perilaku remaja, dampak negatif pergaulan bebas, serta pentingnya membangun pergaulan yang sehat, positif, dan bertanggung jawab.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini. Materi yang disampaikan mencakup faktor penyebab pernikahan dini, risiko terhadap kesehatan fisik dan psikologis, dampak terhadap keberlanjutan pendidikan, serta pentingnya merencanakan masa depan dengan baik sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Isimu Utara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan dan penguatan karakter kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa SMA Negeri 1 Tibawa dapat lebih memahami pentingnya menjaga diri dalam pergaulan, menghindari perilaku yang berisiko, serta mampu mengambil keputusan yang positif untuk masa depan. Edukasi ini juga menjadi upaya untuk mendorong remaja agar lebih fokus pada pendidikan, pengembangan diri, dan cita-cita,” ujar Koordinator Desa.
Ia menambahkan bahwa pencegahan pergaulan bebas dan pernikahan dini membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk sekolah, keluarga, masyarakat, dan lingkungan pergaulan siswa.
“Kami berharap materi yang disampaikan tidak hanya dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Remaja perlu memiliki keberanian untuk memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan menjauhi hal-hal yang dapat merugikan masa depan,” tambahnya.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Kegiatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan siswa dalam menghadapi tantangan pergaulan remaja saat ini.
“Kami mengapresiasi mahasiswa KKN-PK UNG Desa Isimu Utara yang telah melaksanakan kegiatan edukasi ini di SMA Negeri 1 Tibawa. Materi tentang pergaulan bebas dan pencegahan pernikahan dini sangat penting bagi siswa agar mereka lebih memahami risiko yang dapat mengganggu pendidikan, kesehatan, dan masa depan mereka,” ujar perwakilan SMA Negeri 1 Tibawa.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab bersama siswa. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif memberikan respons terhadap materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK UNG Desa Isimu Utara berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih bijak dalam bergaul, menjaga diri, serta mengambil keputusan yang tepat demi masa depan yang lebih baik. Kegiatan diakhiri dengan dokumentasi bersama dan penutupan.
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.