
Boidu, 8 Desember 2025 – Kegiatan Farmasi Emergensi dan Kebencanaan resmi dibuka di Desa Boidu, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Kegiatan yang diikuti oleh 85 mahasiswa dari program S1 dan D3 Farmasi ini merupakan bentuk Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pembelajaran (PJBL) yang dilaksanakan sebagai bagian dari mata kuliah terkait.
Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Ayahanda Desa Boidu, Ketua Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo, Ibu Dr. Teti Sutriati Tuloli, M.Si., Apt, serta sejumlah dosen pengampu mata kuliah dan Sekretaris Camat Bulango Utara, yang secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Ibu Sekretaris Camat menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi dan berharap agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, terutama dalam penanganan kebencanaan dan farmasi emergensi.
Ketua Jurusan Farmasi, Dr. Teti Sutriati Tuloli, M.Si., Apt, dalam kesempatan ini menyatakan, “Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari pembelajaran di kampus yang bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat dan kebencanaan. Selain itu, ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat, memberikan edukasi terkait pengobatan dan penanganan medis dalam kondisi darurat.”
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa S1 dan D3 Farmasi yang terlibat dalam berbagai aktivitas praktis dan penyuluhan kepada masyarakat setempat mengenai penanganan medis darurat, distribusi obat-obatan yang tepat, serta langkah-langkah pencegahan penyakit saat terjadi bencana. Selain itu, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam simulasi penanganan bencana yang melibatkan aspek farmasi.
Pembukaan kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jurusan, Bapak/Ibu dosen pengampu mata kuliah, serta masyarakat Desa Boidu yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Boidu, serta memperluas wawasan mahasiswa dalam menerapkan ilmu farmasi dalam situasi kritis.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin terampil dalam menghadapi tantangan dunia kerja di bidang farmasi, serta dapat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana.
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.