
Gorontalo, 15 Maret 2026 — Mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 1 di Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, pada 15 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian stase keperawatan komunitas dalam mengidentifikasi persoalan kesehatan masyarakat sekaligus membangun sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga.
Pelaksanaan MMD 1 merupakan forum awal yang dirancang untuk memaparkan hasil pengkajian komunitas yang telah dilakukan mahasiswa, kemudian didiskusikan bersama masyarakat guna menentukan prioritas masalah kesehatan yang perlu ditangani. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya belajar menyampaikan temuan lapangan secara sistematis, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah berbasis kebutuhan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan penuh antusiasme. Aparat desa, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir memberikan tanggapan dan masukan terhadap berbagai isu kesehatan yang ditemukan di lapangan. Kehadiran mahasiswa profesi ners dalam forum ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara pendekatan akademik dan kebutuhan nyata masyarakat desa.
Kepala Desa Ilotidea menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, MMD 1 menjadi forum yang bermanfaat karena memberi ruang bagi masyarakat untuk memahami kondisi kesehatan di lingkungannya sekaligus ikut terlibat dalam pembahasan solusi.
“Kami menyambut baik pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa 1 ini karena kegiatan seperti ini sangat membantu desa dalam melihat persoalan kesehatan yang ada secara lebih terarah. Kehadiran mahasiswa Profesi Ners memberikan nilai positif, karena mereka tidak hanya belajar di tengah masyarakat, tetapi juga ikut memberikan masukan dan gambaran solusi yang dapat kami tindak lanjuti bersama,” ujar Kepala Desa Ilotidea.
Ia juga berharap kerja sama antara desa dan institusi pendidikan dapat terus terjalin dengan baik agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada forum musyawarah saja, tetapi dapat dilanjutkan dengan langkah-langkah nyata yang bermanfaat bagi warga. Semoga mahasiswa dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan masyarakat juga dapat mendukung seluruh proses kegiatan selama berada di Desa Ilotidea,” tambahnya.
Sementara itu, dosen pembimbing mahasiswa Profesi Ners menegaskan bahwa MMD 1 merupakan tahapan penting dalam proses pendidikan profesi karena mengajarkan mahasiswa untuk memahami kesehatan masyarakat secara partisipatif.
“MMD 1 adalah bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa profesi ners, karena melalui forum ini mereka belajar menyampaikan hasil pengkajian, mendengar aspirasi masyarakat, dan bersama-sama menentukan prioritas masalah kesehatan yang perlu ditangani. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam membentuk kemampuan profesional mahasiswa di bidang keperawatan komunitas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam forum musyawarah menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan intervensi kesehatan di lapangan.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk belajar secara maksimal, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga dari pengalaman sosial di tengah masyarakat. Dukungan pemerintah desa dan warga menjadi kekuatan penting agar proses pembelajaran ini berjalan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambah dosen pembimbing.
Melalui pelaksanaan MMD 1 ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami kondisi kesehatan masyarakat Desa Ilotidea secara komprehensif, sehingga mampu menyusun program intervensi yang tepat sasaran, aplikatif, dan sesuai kebutuhan warga. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan komunitas.
Dengan terlaksananya MMD 1 di Desa Ilotidea, mahasiswa Profesi Ners FOK UNG diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai calon tenaga kesehatan yang profesional, peka terhadap persoalan sosial, serta siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat berbasis komunitas.
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.