MMD 1 di Desa Lauwonu, Mahasiswa Profesi Ners Angkatan 23 UNG Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

Oleh: Indeks S. Keku . 27 Maret 2026 . 12:10:41

Gorontalo, 12 Maret 2026 — Mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Angkatan 23 Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 1 bersama masyarakat Desa Lauwonu pada Selasa, 12 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan stase keperawatan komunitas, khususnya dalam membangun komunikasi partisipatif dengan masyarakat serta mengidentifikasi persoalan kesehatan yang menjadi prioritas di tingkat desa.

Pelaksanaan MMD 1 merupakan forum awal yang dirancang untuk menyampaikan hasil pengkajian komunitas yang telah dilakukan mahasiswa di lapangan. Melalui forum ini, mahasiswa bersama masyarakat, aparat desa, dan tokoh setempat mendiskusikan berbagai persoalan kesehatan yang ditemukan, kemudian mengelompokkannya untuk menjadi dasar penyusunan langkah penanganan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan warga.

Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, hangat, dan penuh partisipasi. Masyarakat Desa Lauwonu tampak antusias mengikuti jalannya musyawarah, memberikan masukan, serta menyampaikan berbagai persoalan kesehatan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan adanya sinergi yang baik antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan di lingkungan desa.

Kepala Desa Lauwonu menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa Profesi Ners melalui forum MMD 1 memberikan manfaat positif bagi masyarakat, terutama dalam membantu memetakan persoalan kesehatan yang ada di desa.

Kami sangat mengapresiasi kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa 1 yang dilaksanakan oleh mahasiswa Profesi Ners UNG di Desa Lauwonu. Kegiatan ini sangat baik karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama melihat persoalan kesehatan yang ada, lalu mendiskusikan langkah penanganannya secara terbuka dan terarah,” ujar Kepala Desa Lauwonu.

Ia juga berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada tahap musyawarah, tetapi dapat berlanjut pada program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kami berharap hasil dari musyawarah ini dapat menjadi dasar untuk kegiatan tindak lanjut yang bermanfaat bagi warga. Kehadiran mahasiswa di desa tentu menjadi peluang yang baik untuk membangun edukasi kesehatan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan kesehatan di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Bagi mahasiswa Profesi Ners Angkatan 23, pelaksanaan MMD 1 menjadi pengalaman penting dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, analisis masalah kesehatan, dan pendekatan kolaboratif berbasis masyarakat. Tidak hanya sebagai bagian dari proses akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami bahwa penyelesaian masalah kesehatan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat itu sendiri.

Melalui pelaksanaan MMD 1 ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun rencana intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran, aplikatif, dan relevan dengan kondisi masyarakat Desa Lauwonu. Selain itu, forum ini juga menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan kemitraan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat sebagai bagian dari pembelajaran profesi yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan lapangan.

Kegiatan MMD 1 di Desa Lauwonu mencerminkan komitmen mahasiswa Pendidikan Profesi Ners UNG dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berpusat pada teori, tetapi juga menyentuh langsung realitas sosial dan kesehatan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi yang terbangun dalam forum ini, diharapkan berbagai program tindak lanjut yang akan dilakukan nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Agenda

29 Februari 2024

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024

27 - 28 Februari 2024

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa)

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.