MMD 1 di Desa Tilote Perkuat Kolaborasi Mahasiswa Profesi Ners, Pemerintah Desa, dan Masyarakat

Oleh: Indeks S. Keku . 13 Maret 2026 . 16:54:32

Gorontalo, 13 Maret 2026 — Mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 1 di Desa Tilote pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini membahas pengelompokan permasalahan kesehatan dan langkah penanganan lebih lanjut bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan komunitas.

Pelaksanaan MMD 1 menjadi salah satu tahapan penting dalam stase keperawatan komunitas, karena melalui forum ini mahasiswa memaparkan hasil pengkajian lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil tersebut kemudian didiskusikan bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga untuk menentukan prioritas masalah kesehatan sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama.

Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, partisipatif, dan penuh antusiasme. Masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, serta harapan mereka terkait persoalan kesehatan yang dihadapi di lingkungan desa. Dengan demikian, forum MMD 1 tidak hanya menjadi sarana pemaparan data, tetapi juga menjadi wadah komunikasi dua arah dalam menyusun solusi kesehatan yang lebih tepat sasaran.

Kepala Desa Tilote menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, forum musyawarah seperti ini sangat bermanfaat karena membantu masyarakat memahami persoalan kesehatan yang ada sekaligus mendorong keterlibatan bersama dalam mencari jalan keluarnya.

Kami menyambut baik pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa 1 ini, karena kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahui permasalahan kesehatan yang ada di desa dan bersama-sama memikirkan cara penanganannya. Kehadiran mahasiswa Profesi Ners juga sangat membantu, karena mereka membawa pendekatan ilmiah sekaligus kepedulian sosial dalam melihat kondisi kesehatan masyarakat,” ujar Kepala Desa Tilote.

Ia juga berharap hasil musyawarah yang telah dilaksanakan dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah konkret yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kami berharap setelah kegiatan ini ada tindak lanjut yang jelas, baik dalam bentuk edukasi, pendampingan, maupun kegiatan kesehatan lainnya. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi warga Desa Tilote,” tambahnya.

Sementara itu, dosen pendamping mahasiswa Profesi Ners menegaskan bahwa MMD 1 merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran profesi karena melatih mahasiswa untuk memahami persoalan kesehatan masyarakat secara partisipatif dan menyusun intervensi berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

MMD 1 adalah tahapan penting dalam keperawatan komunitas, karena mahasiswa tidak hanya belajar mengidentifikasi masalah kesehatan, tetapi juga belajar bagaimana melibatkan masyarakat dalam menentukan prioritas dan solusi. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam membentuk kemampuan profesional mahasiswa sebagai calon perawat yang peka, komunikatif, dan mampu bekerja bersama masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah desa, masyarakat, dan institusi pendidikan.

Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan forum ini untuk belajar secara maksimal, sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Dukungan pemerintah desa dan partisipasi warga menjadi kekuatan penting agar intervensi kesehatan yang dirancang nantinya benar-benar relevan dan memberi dampak positif,” tambah dosen pendamping.

Melalui pelaksanaan MMD 1 ini, mahasiswa diharapkan semakin mampu memahami kondisi riil kesehatan masyarakat di Desa Tilote dan menyusun langkah penanganan yang lebih terarah. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan melalui pendekatan yang partisipatif dan berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya MMD 1 di Desa Tilote, mahasiswa Profesi Ners FOK UNG diharapkan mampu menjalankan perannya tidak hanya sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mengedukasi, mendampingi, dan mendorong upaya penanganan masalah kesehatan di tingkat desa.

Agenda

29 Februari 2024

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024

27 - 28 Februari 2024

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa)

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.