
Kabupaten Gorontalo — 22 November 2025. Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) melaksanakan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) di Lumbung Uti Asmoro, Kabupaten Gorontalo sebagai forum strategis untuk membahas evaluasi dan peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) pada triwulan IV tahun 2025. Kegiatan ini secara khusus difokuskan pada pembahasan hasil capaian IKU FOK tahun 2025, proyeksi dan perumusan IKU Berdampak 2026, serta penajaman IKU per jurusan di lingkungan FOK. Pra Raker ini dibuka secara resmi oleh Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, M.Pd., dan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Nasrun Pakaya, S.Kep., Ns., M.Kep, serta Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Widy Susanti Abdulkadir, M.Si., Apt.
Peserta kegiatan terdiri atas Pimpinan Jurusan, Operator Jurusan, dan Tenaga Kependidikan (Tendik) di lingkungan FOK UNG. Dalam sambutannya, Dr. Hartono Hadjarati, M.Pd. menegaskan bahwa Pra Raker ini menjadi ruang penting untuk memastikan setiap program dan aktivitas di FOK selaras dengan target IKU universitas. “IKU bukan sekadar angka dalam laporan, tetapi cerminan mutu kinerja fakultas secara menyeluruh—mulai dari kualitas lulusan, relevansi pembelajaran, hingga dampak ke masyarakat. Melalui Pra Raker ini, kita ingin melihat dengan jujur capaian 2025, mengidentifikasi ruang perbaikan, dan merumuskan IKU Berdampak 2026 yang benar-benar terukur, realistis, dan selaras dengan arah kebijakan Universitas Negeri Gorontalo,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua IKU Universitas Negeri Gorontalo sebagai narasumber utama yang memaparkan kerangka kebijakan IKU UNG, posisi capaian FOK UNG dalam konteks kinerja universitas, serta strategi akselerasi IKU di tahun mendatang. Narasumber menekankan pentingnya sinergi lintas unit dalam pengelolaan data dan implementasi program. “FOK UNG memiliki potensi besar dalam kontribusi terhadap IKU universitas, khususnya pada aspek kualitas lulusan, link and match dengan dunia kerja, serta kegiatan berdampak ke masyarakat. Kuncinya adalah integrasi: antara perencanaan, pelaksanaan, pendokumentasian, dan pelaporan. Dengan IKU yang dikelola secara sistematis di tingkat jurusan, kontribusi FOK terhadap kinerja universitas akan semakin terlihat dan mudah dibuktikan dalam proses evaluasi dan akreditasi,” jelas Ketua IKU UNG.
Dalam diskusi teknis, capaian jurusan dipaparkan sesuai kondisi capaian IKU 2025, tantangan yang dihadapi, serta rencana tindak lanjut menuju IKU Berdampak 2026. Fokus pembahasan mencakup penyelarasan program kerja jurusan dengan indikator IKU, penguatan dokumentasi dan eviden, serta optimalisasi peran operator dan tendik dalam mendukung tata kelola data kinerja. Melalui Pra Raker ini, FOK UNG berharap lahir kesepahaman dan komitmen bersama untuk menjadikan IKU bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi sebagai instrumen penggerak mutu yang mampu mendorong Fakultas Olahraga dan Kesehatan semakin unggul dan berdampak, baik di tingkat universitas maupun di tengah masyarakat.