
| Foto : Jurusan Farmasi FOK UNG melaksanakan pembukaan Praktek Kerja Lapangan Mata Kuliah Fitokimia 1 Departemen Bahan Alam di Gedung OSCE Center FOK UNG, Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan PKL ini akan dilaksanakan pada 1–3 Juli 2026 di Desa Pilollyanga, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. |
Gorontalo, 26 Juni 2026 — Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) melaksanakan pembukaan Praktek Kerja Lapangan Mata Kuliah Fitokimia 1 Departemen Bahan Alam pada Jumat, 26 Juni 2026, bertempat di Gedung OSCE Center FOK UNG.
Kegiatan PKL Fitokimia 1 ini akan dilaksanakan pada 1–3 Juli 2026 di Desa Pilollyanga, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan bagi mahasiswa Jurusan Farmasi dalam mengenal, mengidentifikasi, dan mempelajari potensi bahan alam yang dapat dikembangkan dalam bidang kefarmasian.
Melalui praktik kerja lapangan ini, mahasiswa diarahkan untuk memahami secara langsung kekayaan sumber daya alam lokal, khususnya tumbuhan atau bahan alam yang berpotensi memiliki kandungan senyawa aktif. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menghubungkan teori perkuliahan Fitokimia dengan kondisi nyata di lapangan, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademik, tetapi juga mampu melihat peluang penelitian dan pengembangan bahan alam berbasis potensi daerah.
Pembukaan kegiatan di Gedung OSCE Center FOK UNG menjadi tahapan awal sebelum mahasiswa turun ke lokasi praktik. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan arahan terkait tujuan PKL, teknis pelaksanaan, etika selama berada di masyarakat, keselamatan kerja lapangan, serta pentingnya menjaga nama baik institusi selama kegiatan berlangsung.
Ketua Jurusan Farmasi FOK UNG, Dr. Teti Sutriyati Tuloli, M.Si., Apt., menyampaikan bahwa PKL Fitokimia 1 merupakan kegiatan penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa untuk memahami potensi bahan alam secara langsung di lapangan.
“Praktek Kerja Lapangan Mata Kuliah Fitokimia 1 ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa Farmasi, khususnya dalam memahami potensi bahan alam yang ada di masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana kekayaan sumber daya alam lokal dapat diidentifikasi, dikaji, dan dikembangkan dalam bidang kefarmasian,” ujar Dr. Teti.
Ia menambahkan bahwa Desa Pilollyanga dipilih sebagai lokasi praktik karena memiliki potensi sumber daya alam yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa. Menurutnya, kegiatan lapangan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kepekaan ilmiah, keterampilan observasi, serta kemampuan mahasiswa dalam melihat peluang pengembangan bahan alam berbasis potensi daerah.
“Kami berharap mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius, menjaga etika selama berada di masyarakat, serta mampu mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya dari proses pembelajaran lapangan. Ke depan, pengalaman ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa dalam mengembangkan penelitian, inovasi produk bahan alam, dan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Jurusan Farmasi FOK UNG menegaskan bahwa PKL Fitokimia 1 merupakan bagian penting dalam memperkuat kompetensi mahasiswa, khususnya pada bidang bahan alam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan observasi, pengumpulan data lapangan, identifikasi bahan alam, serta pemahaman awal terhadap potensi fitokimia yang terdapat di lingkungan masyarakat.
Kegiatan PKL di Desa Pilollyanga juga diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menggali potensi lokal yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu farmasi. Selain menjadi kegiatan akademik, PKL ini juga menjadi bentuk pengenalan kepada mahasiswa tentang pentingnya pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, ilmiah, dan berkelanjutan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa Jurusan Farmasi FOK UNG diharapkan semakin siap menjadi calon tenaga kefarmasian yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan, kepekaan terhadap potensi daerah, serta kemampuan mengembangkan bahan alam sebagai bagian dari kontribusi bagi kesehatan masyarakat.
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.