
GORONTALO, 12 Oktober 2026 — Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) kembali menorehkan capaian membanggakan melalui kiprah dosennya di tingkat nasional. apt. Moh. Aprianto Paneo, M.Farm., dosen Jurusan Farmasi FOK UNG, dipercaya menjadi bagian dari Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) pada Bidang Hubungan Masyarakat dan Pengabdian Masyarakat.
Kepercayaan tersebut menjadi pencapaian penting bagi FOK UNG dalam memperluas kontribusi akademisi pada organisasi profesi kesehatan di Indonesia. Keterlibatan dosen dalam kepengurusan organisasi profesi tingkat nasional juga menjadi salah satu bentuk partisipasi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kompetensi, profesionalisme, dan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sebagai organisasi profesi apoteker di Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) memiliki peran dalam mendukung pengembangan profesionalisme, peningkatan kompetensi, serta penguatan kontribusi apoteker dalam sistem pelayanan kesehatan. Melalui Bidang Humas dan Pengabdian Masyarakat, komunikasi organisasi, penyebarluasan informasi kefarmasian, serta keterlibatan profesi dalam kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi aspek penting yang dapat terus dikembangkan.
Bagi FOK UNG, keterlibatan apt. Moh. Aprianto Paneo dalam kepengurusan pusat IAI merupakan peluang untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan organisasi profesi. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan farmasi, pengembangan jejaring profesional, serta penerapan ilmu pengetahuan dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada dosen Farmasi FOK UNG untuk mengambil peran dalam organisasi profesi pada tingkat nasional.
“Kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada apt. Moh. Aprianto Paneo, M.Farm., atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi bagian dari Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Ini merupakan kebanggaan bagi FOK UNG karena dosen kita memperoleh ruang untuk berkontribusi dalam pengembangan profesi kefarmasian di tingkat nasional. Kami berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi organisasi, perguruan tinggi, serta masyarakat,” ungkap Hartono.
Lebih lanjut, Hartono menegaskan bahwa keterlibatan dosen dalam organisasi profesi memiliki nilai strategis bagi pengembangan mutu pendidikan tinggi. Pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang diperoleh melalui aktivitas organisasi profesi dapat menjadi sumber pembelajaran yang memperkaya proses akademik dan memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan dunia praktik kefarmasian.
“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan akademisi yang tidak hanya aktif dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap pengembangan profesi dan masyarakat. Kami berharap keterlibatan dosen FOK UNG dalam kepengurusan nasional IAI dapat memperluas kolaborasi, menghadirkan program-program edukasi kesehatan, serta memperkuat peran apoteker dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia,” tambahnya.
Kepercayaan yang diberikan kepada apt. Moh. Aprianto Paneo juga sejalan dengan pentingnya penguatan peran akademisi dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Melalui keterlibatan dalam organisasi profesi, dosen memiliki kesempatan untuk menghubungkan pengembangan ilmu kefarmasian dengan kebutuhan praktik profesional, termasuk dalam aspek komunikasi kesehatan, literasi obat, dan pemberdayaan masyarakat.
Bidang Humas dan Pengabdian Masyarakat memiliki ruang kontribusi yang luas dalam mendukung peningkatan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan obat secara tepat, aman, dan bertanggung jawab. Peran tersebut menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi kesehatan yang akurat, mudah dipahami, dan berbasis bukti ilmiah.
Selain memperkuat kontribusi profesional, keterlibatan dosen pada tingkat nasional juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan Jurusan Farmasi FOK UNG. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan berpotensi membuka peluang pengembangan kegiatan akademik, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta pelaksanaan pengabdian masyarakat yang lebih luas.
Kepercayaan tersebut sekaligus memberikan inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, dan berpartisipasi aktif dalam berbagai organisasi keilmuan maupun profesi.
Melalui kiprah apt. Moh. Aprianto Paneo dalam Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, FOK UNG menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dosen yang berprestasi, profesional, dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan serta pelayanan kesehatan nasional. Capaian ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi dalam menghadirkan pengabdian yang semakin berdampak bagi masyarakat.
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.