Soroti Masalah Berat Badan Lebih dan Obesitas, Lima Mahasiswa Kesmas FOK UNG Paparkan Hasil Analisis Skrining di Puskesmas Dungingi

Oleh: Indeks S. Keku . 30 Oktober 2026 . 20:18:22

GORONTALO, 30 Oktober 2026 — Lima mahasiswa Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) melaksanakan Seminar Akhir Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) III di Puskesmas Dungingi, Kota Gorontalo, Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Analisis Situasi Berat Badan Lebih dan Obesitas Berdasarkan Data Skrining di Puskesmas Dungingi Kota Gorontalo Tahun 2026” sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran lapangan sekaligus upaya memperkuat pemahaman terhadap permasalahan gizi dan penyakit tidak menular di masyarakat.

Seminar akhir ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil analisis data skrining kesehatan terkait kondisi berat badan lebih dan obesitas di wilayah pelayanan Puskesmas Dungingi. Melalui pendekatan berbasis data, mahasiswa berupaya memahami gambaran permasalahan tersebut serta mengidentifikasi aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular.

Berat badan lebih dan obesitas merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian karena berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, analisis terhadap data skrining menjadi salah satu langkah penting dalam memahami karakteristik kelompok yang diperiksa serta mendukung perencanaan edukasi kesehatan dan intervensi yang lebih tepat sasaran.

Melalui kegiatan PBL III, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam mengolah dan menginterpretasikan data kesehatan, memahami faktor risiko penyakit tidak menular, serta mengembangkan kemampuan analisis situasi kesehatan masyarakat. Pengalaman tersebut juga memperkuat keterampilan mahasiswa dalam menghubungkan teori epidemiologi, gizi masyarakat, dan promosi kesehatan dengan kondisi pelayanan kesehatan primer.

Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan seminar akhir yang mengangkat isu berat badan lebih dan obesitas melalui pendekatan analisis data skrining kesehatan.

“Permasalahan berat badan lebih dan obesitas menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang perlu ditangani melalui pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi mahasiswa Kesehatan Masyarakat FOK UNG yang mengangkat persoalan ini dalam kegiatan PBL III. Kami berharap hasil analisis yang dilakukan dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memahami masalah kesehatan berbasis data sekaligus menghasilkan rekomendasi yang relevan untuk mendukung upaya pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat,” ungkap Hartono.

Menurutnya, kegiatan magang PBL III memiliki peran strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga kesehatan masyarakat yang mampu berpikir kritis, menganalisis permasalahan kesehatan, dan merumuskan alternatif solusi berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan Puskesmas Dungingi juga diharapkan dapat memperkuat pembelajaran akademik sekaligus mendukung pengembangan kajian kesehatan masyarakat di tingkat pelayanan primer.

Melalui Seminar Akhir PBL III di Puskesmas Dungingi, FOK UNG kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembelajaran berbasis data, meningkatkan kompetensi analisis kesehatan masyarakat, serta mempersiapkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam upaya pencegahan obesitas dan pengendalian penyakit tidak menular di masyarakat.

Agenda

29 Februari 2024

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024

27 - 28 Februari 2024

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa)

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.