
GORONTALO, 3 Oktober 2026 — Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) kembali menunjukkan kualitas pendidikan vokasi di bidang kesehatan. Program Studi Diploma III Farmasi berhasil mencatatkan tingkat kelulusan 100 persen pada Ujian Kompetensi Nasional Peserta Didik Vokasi Farmasi (UKOMNAS PDVF). Prestasi ini menjadi indikator positif keberhasilan pembelajaran berbasis kompetensi dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan profesional di bidang kefarmasian.
Keberhasilan tersebut memperlihatkan komitmen Program Studi D3 Farmasi FOK UNG dalam menjaga standar mutu pendidikan melalui penguatan pembelajaran teori, praktik laboratorium, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kefarmasian. Kelulusan seluruh peserta menjadi pencapaian penting dalam upaya menghasilkan tenaga vokasi farmasi yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi kesehatan.
Ujian Kompetensi Nasional Peserta Didik Vokasi Farmasi merupakan salah satu instrumen evaluasi untuk mengukur pencapaian kompetensi mahasiswa pendidikan vokasi farmasi. Pelaksanaannya mencakup pengujian pengetahuan melalui Computer Based Test (CBT) serta keterampilan praktik melalui metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE) atau Objective Structured Practical Examination (OSPE).
Melalui mekanisme pengujian tersebut, peserta didik dituntut untuk menunjukkan penguasaan konsep kefarmasian, ketepatan prosedur kerja, keterampilan teknis, serta kemampuan menerapkan prinsip keselamatan dan pelayanan yang bertanggung jawab. Dengan demikian, keberhasilan mencapai kelulusan 100 persen menjadi salah satu gambaran kesiapan akademik dan praktis mahasiswa dalam memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih oleh seluruh peserta didik vokasi farmasi. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola program studi dalam membangun proses pendidikan yang berorientasi pada kualitas lulusan.
“Kelulusan 100 persen dalam Uji Kompetensi Nasional merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi FOK UNG. Prestasi ini menunjukkan bahwa proses pendidikan yang dilaksanakan telah memberikan bekal kompetensi yang baik kepada mahasiswa. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat keterampilan praktik, serta menghasilkan lulusan vokasi farmasi yang profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Hartono.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan dalam ujian kompetensi perlu diikuti dengan kemampuan lulusan menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan secara bertanggung jawab. Dunia pelayanan kesehatan membutuhkan tenaga kefarmasian yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika, ketelitian, kedisiplinan, dan keselamatan pasien.
Capaian kelulusan sempurna tersebut sekaligus memperkuat posisi Program Studi D3 Farmasi FOK UNG dalam pengembangan pendidikan vokasi kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Penguatan fasilitas pembelajaran, peningkatan kapasitas dosen, serta evaluasi kurikulum secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mempertahankan kualitas lulusan pada masa mendatang.
Melalui prestasi ini, FOK UNG menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi kesehatan, mengembangkan pembelajaran berbasis kompetensi, dan mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian di Indonesia.
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.