
DEPOK, 28 Oktober 2026 — Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) terus memperkuat kapasitas akademisi dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat. Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG, Tri Septian Maksum, S.KM., M.Kes., mengikuti Pelatihan Analisis Risiko dan Monte Carlo Simulation dalam rangkaian Pra-Musyawarah Nasional (Pra-Munas) Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) ke-IX yang diselenggarakan di Universitas Indonesia.
Pelatihan tersebut menghadirkan Prof. Anwar, S.KM., M.Sc., Ph.D. sebagai pemateri yang memberikan penguatan mengenai pendekatan analisis risiko serta pemanfaatan simulasi Monte Carlo dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Metode ini memungkinkan analisis berbagai kemungkinan hasil dengan mempertimbangkan ketidakpastian parameter sehingga dapat menghasilkan gambaran risiko yang lebih komprehensif.
Keikutsertaan Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG dalam kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kompetensi metodologis, khususnya dalam bidang penilaian risiko kesehatan dan lingkungan. Pendekatan simulasi Monte Carlo memiliki relevansi dalam penelitian kesehatan masyarakat, terutama untuk memperkirakan variasi paparan, mengidentifikasi ketidakpastian, serta mendukung penyusunan rekomendasi berdasarkan hasil analisis kuantitatif.
Tri Septian Maksum menyampaikan bahwa penguasaan metode analisis risiko berbasis simulasi menjadi salah satu kompetensi penting dalam menghadapi kompleksitas persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan ilmiah dan pengolahan data secara lebih mendalam.
“Pelatihan ini memberikan penguatan terhadap pemahaman analisis risiko dengan pendekatan probabilistik melalui Monte Carlo Simulation. Metode ini sangat relevan untuk pengembangan penelitian kesehatan masyarakat, khususnya dalam memperhitungkan ketidakpastian dan variasi faktor risiko. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat mendukung peningkatan kualitas penelitian, pembelajaran, serta pengembangan kapasitas akademik di Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG,” ungkap Tri Septian Maksum.
Keikutsertaan dalam forum Pra-Munas AIPTKMI ke-IX juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring akademik dan memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan kesehatan masyarakat. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat ditransformasikan ke dalam kegiatan pembelajaran, penelitian dosen, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Melalui partisipasi dalam Pelatihan Analisis Risiko dan Monte Carlo Simulation, FOK UNG menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan kompetensi dosen, penguatan penelitian berbasis data, serta pengembangan pendidikan kesehatan masyarakat yang inovatif dan responsif terhadap tantangan kesehatan dan lingkungan.
Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat FOK 2024
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.